Event Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 - MTs.Hasanuddin 2014 !

Mas Owdy Selasa, Agustus 12, 2014 Add Comment

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69 , maka Madrasah Tsanawiyah "HASANUDDIN" pun juga turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945, bentuk partisipasi itu di wujudkan dalam beberapa Agenda Kegiatan, diantaranya :

Mars Syubbanul Wathon "HASANUDDIN VOICE"

Rabu, Juni 25, 2014 Add Comment

Mars Syubbanul Wathon / Yalalwathon
"HASANUDDIN VOICE" MTs.Hasanuddin - Tebel - Gedangan Sidoarjo.
ft. KPNU (Kader Penggerak Nahdlatul Ulama') PAC.Gedangan - Sidoarjo

Ayo Bersepeda ke Sekolah !

Rabu, Juni 25, 2014 Add Comment
Ayo Bersepeda ke Sekolah !
Ilustrasi : Ayo Bersepeda ke Sekolah !
Bersepeda bisa dilakukan sebagai salah satu hobi atau olahraga. Selain menyenangkan dan tidak berat, bersepeda juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Berikut adalah manfaat kesehatan dari bersepeda, seperti dilansir oleh Times of India (10/04).

Dewasa Sebelum Waktunya ?

Rabu, Juni 25, 2014 Add Comment
Dewasa Sebelum Waktunya

Seiring berkembangnya informasi dan teknologi memberikan berbagai dampak terhadap psikologis seorang anak, baik itu positif maupun negatif.

Anak jaman sekarang sudah mahir dalam menjalankan berbagai piranti elektronik, sejak dini mereka telah diperkenalkan dengan berbagai teknologi, baik itu oleh orang tua ataupun lingkungan. Tetapi di balik itu semua ternyata menyimpan kekhawatiran tersendiri.

Coba Anda perhatikan! Anak-anak sekarang lebih gemar menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang berkisah mengenai percintaan, perselingkuhan dsb. Seharusnya di usia mereka di ajarkan mengenai lagu-lagu berrtema alam, bakti terhadap orang tua, persahabatan, perjuangan pahlawan dsb. Namun apa daya perkembangan informasi kalah cepat dengan peran orang tua.

Lihatlah gaya berpakaian anak jaman sekarang. Anak usia belia sudah bisa ber-make-up layaknya wanita dewasa. Mereka sudah mengenal yang namanya pacaran. Tanpa malu-malu mereka bermesra-mesraan di tempat umum.

Setiap hari libur anak-anak sekarang sibuk dengan menonton TV, bermain game, jalan-jalan ke Pusat Perbelanjaan. Akibatnya, Anak akan tumbuh menjadi orang yang individualis kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat.

Berbeda jauh dengan kondisi masa kanak-kanak saya dahulu. Setiap hari libur selalu di isi permainan tradisional dengan teman-teman sebaya, lompat tali, petak umpet, main gundu. Maklum ketika saya kecil, di dalam satu RW hanya ada beberapa rumah saja yang memiliki TV, itupun TV koran alias hitam putih. Jadi tidak memungkinkan untuk menonton TV. Kalaupun menonton TV dengan orang banyak alias rame-rame. hehehe.

Anak-anak di jaman saya dulu, gemar sekali menyanyikan lagu-lagu tradisional, gundul-gundul pacul itu lagu favorit saya, selain itu lagunya Dea Ananda berjudul 25 Nabi. Saya masih ingat sekali, sepulang sekolah sering mampir ke rumah teman yang memiliki TV dan DVD Player. Di situ, saya selalu di ajak nonton lagu-lagu anak, walaupun diulang-ulang setiap hari, gag ada yang namanya bosen.

Ketika duduk di bangku SD saya pernah di jodoh-jodohkan dengan teman cowok. Bukannya ngrasa seneng, tapi saya malu sekali sehingga saya menangis. Hal itu dipicu dengan masalah sepele sebenarnya, lantaran saya di haruskan bu guru untuk duduk satu bangku dengannya ketika ujian Catur Wulan (sekarang ujian semester) berlangsung. Anak-anak perempuan dulu malu ketika dekat dengan teman lawan jenis. Mereka selalu berkelompok, putra sendiri, putri sendiri dalam belajar ataupun bermain.

Dan satu lagi, ketika saya duduk di bangku SLTP, dapat dihitung dengan jari berapa anak yang sudah memiliki Telepon genggam alias HP. Karena HP kala itu adalah barang yang mewah. Saya sendiri diberikan Ponsel oleh orang tua ketika akan masuk SMA. Itupun Ponsel Poliponik. hehhe

Bicara masalah komputer dan internet, saya dan teman-teman mengenal internet, kala duduk di bangku kelas 3 SLTP. Itu pun karena tugas dari guru. Saya bersama teman-teman pergi ke warnet, warnet pun masih jarang sekali dijumpai.

Coba anak jaman sekarang, Anak TK saja sudah pada punya HP Canggih sudah tahu yang namanya browsing di internet. Mereka mudah sekali untuk mengakses situs-situs porno. Makanya tak aneh, jika dalam kasus asusila, banyak dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. Menyedihkan sekali!

Para orang tua jangan berpikirbahwa jika anak sudah di sekolahkan kemudian anak akan tumbuh menjadi anak yang baik. Belum tentu! Tapi lebih dari itu, sekolah yang sejati itu sebenarnya ada dalam keluarga. Berapa jam sih anak berada di Sekolah? sebagian besar waktu mereka itu ada di rumah, sehingga pengawasan dan pendidikan dari keluarga itu jauh lebih penting.

Sumber : http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2013/11/15/anak-anak-dewasa-sebelum-waktunya-610990.html

Apa Persiapan buat Ramadhan 2014 ?

Rabu, Juni 25, 2014 Add Comment
Persiapan Ramadhan 2014
10 Langkah Persiapan Ramadhan

Sekitar kurang lebih beberapa hari kedepan, insya Allah, kita akan memasuki bulan ramadhan, sudahkah kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut bulan yang penuh berkah dengan maksimal?

Soal Tes PPDB “Diduga” Diperjual Belikan

Rabu, Juni 25, 2014 Add Comment
Sumber : SIDOARJO (beritasidoarjo.com)
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Sidoarjo tahun 2014 ini dipenuhi dengan banyak permasalahan, mulai dari mahalnya formulir pendaftaran yang dihargai Rp 175 ribu untuk SMP dan Rp 200 ribu untuk SMA hingga beredarnya kunci jawaban tes PPDB serta adanya “isu” titipan agar anaknya bisa lolos masuk ke sekolah yang dijutuh.

Berdasarkan pantauan dilapangan, para wali murid merasa resah dengan beredarnya kunci jawaban tes PPDB yang “diduga” berasal dari salah satu Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) di Sidoarjo itu.

“Kunci jawaban itu didapat dari salah satu LBB yang dibeli dari salah satu oknum guru. Kemudian oleh LBB tersebut, diperjual belikan kepada orang tua dan siswa,” kata salah satu wali murid yang tidak mau disebutkan namanya itu, Selasa (10/6/2014).

Selain isu beredarnya kunci jawaban soal tes, PPDB tahun 2014 ini juga dinodai dengan adanya jalur “titipan” yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk bisa masuk ke SMP Negeri.

“Untuk bisa masuk ke SMPN 3 Sidoarjo para siswa atau orang tua/wali murid dikenai biaya sekitar Rp 7,5 juta, sedangkan untuk SMPN 1 Sidoarjo sekitar Rp 10 juta,” katanya.

Hal itu membuat para orang tua/wali murid merasah resah dan keberatan, sebab untuk masuk ke sekolah negeri saja sudah begitu mahalnya.

“Kalau nanti sudah masuk, masih ada uang partisipasi, uang seragam dan uang tarikan-tarikan lainnya. Kalau seperti inikan, pusing mas,” keluhnya sambil menenteng map isi data sekolah anaknya.

Kepala SMPN 3 Sidoarjo Drs. Hartoyo saat ditemui beritasidoarjo.com merasa kaget dengan adanya isu tentang beredarnya kunci jawaban tes dan jalur titipan pada PPDB tahun ini.

Pada waktu pelaksanaan tes PPDB, pihaknya melakukan pengawasan yang cukup ketat, dimana tiap kelasnya diawasi oleh 3 orang guru dan 2 orang dari perguruan tinggi.

“Kami juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan. Dimana tiap-tiap juga dijaga oleh 3 orang polisi,” ucapnya.

Sehingga tidak mungkin para peserta tes PPDB bisa berbuat curang, karena pengawasannya yang begitu ketat.

Dia juga menampik terkait adanya jalur titipan di SMPN 3 Sidoarjo yang harganya bisa mencapai Rp 7,5 juta. (imams)
LP Ma’arif Jatim Gelar Workshop Implementasi Kurikulum 2013

LP Ma’arif Jatim Gelar Workshop Implementasi Kurikulum 2013

Selasa, Juni 24, 2014 Add Comment
Tim Trainer Bersemangat Menjelaskan Kurikulum 2013
Peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan NU terus dilakukan. Baik dari sisi sarana prasarana maupun penyiapan standar proses dan standar isi pendidikan tersebut. Salah satunya dengan penyiapan implementasi kurikulum 2013 di sekolah atau madrasah di lingkungan Ma’arif Jawa Timur. Rencana Strategis Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur telah memasukkan program prioritas tentang pembinaan sekolah atau madrasah yang akan menerapkan kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014-2015. Hal ini adalah salah satu ikhtiar LP Ma’arif NU Jawa Timur untuk memajukan pendidikan NU sehingga semakin besar dan semakin efektif kontribusinya bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Melalui workshop implementasi kurikulum 2013 bagi sekolah atau madrasah di NU yang jumlahnya mencapai puluhan ribu di Jawa Timur ini, LP Ma’arif Jawa Timur menyelenggarakan sampai beberapa angkatan mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Kegiatan workshop angkatan pertama telah dilaksanakan selama tiga hari mulai 20-22 Oktober 2013 di gedung Pusdiklat LP Ma’arif Jawa Timur. Peserta yang mengikuti sebanyak 52 orang dari utusan sekolah/madrasah berbagai kabupaten di Jawa Timur.

Hadir dalam pembukaan workshop ketua PW LP Ma’arif NU Jatim Prof Abdul Haris, Wakil Ketua bidang kelembagaan dan jaringan Dwi Astutik, M.Si, Wakil Ketua bidang evaluasi KH. Drs.H.M. Faqih , dan tim trainer LP Ma’arif. Dalam kesempatan pembukaan workshop, Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Prof Abdul Haris menyampaikan bahwa ada tiga poin yang harus dipahami dalam penerapan kurikulum 2013. Pertama harus ada perubahan mindset khususnya bagi guru yang bertanggung jawab di kelas. Kedua, pendekatan yang dipakai dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan scientific yang mendorong kegiatan belajar ini berpusat pada anak. Tujuannya adalah terbentuknya anak-anak didik yang kritis dan lebih percaya diri dan kuat secara mental dan sikap atau perilakunya jujur. Terakhir bahwa kurikulum 2013 ini adalah upaya untuk menjawab merosotnya moral atau karakter anak bangsa sehingga porsi yang lebih dominan dalam penerapan kurikulum 2013 ini adalah penanaman nilai, sikap atau perilaku yang baik.

Peserta workshop terdiri dari unsur kepala sekolah, guru kelas satu dan guru kelas empat. “idealnya satu sekolah/madrasah mengirim 3 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah selaku penanggung jawab sekolah, guru kelas satu dan guru kelas empat selaku pelaku di kelas,” Kata Abdullah Sani salah satu tim trainer LP Ma’arif.” Karena kurikulum (2013) ini diterapkan pada tahun 2013 yang dimulai pada jenjang kelas satu dan kelas empat, sehingga sekolah tersebut benar-benar mengetahui filosofi perubahan yang ada di kurikulum 2013. Inilah yang didesain oleh pemerintah untuk menjawab persoalan arah pendidikan Indonesia menuju generasi emas 30 tahun yang akan datang” tambah wakil ketua bidang pendidikan dan pelatihan LP Ma’arif NU Jawa Timur.

Sumber : http://www.maarif-jatim.or.id/2013/10/30/lp-maarif-jatim-gelar-workshop-implementasi-kurikulum-2013/